Saya Baru Sadar Lingkungan Sekitar Sudah Banyak Berubah
Kalau mengingat beberapa tahun lalu, suasana rumah rasanya berbeda sekali dibanding sekarang.
Dulu habis magrib biasanya udara mulai adem. Pintu depan dibuka, angin masuk pelan dari luar, lalu suara televisi dari rumah tetangga mulai terdengar satu-satu. Kadang saya duduk cukup lama di teras cuma buat menikmati suasana sore sambil minum teh atau kopi.
Sekarang suasana seperti itu sudah jarang terasa.
Bahkan jam sembilan malam pun udara kadang masih panas. Tembok rumah terasa menyimpan hawa gerah dari siang hari. Kipas angin menyala lebih lama, dan kalau listrik mati sebentar saja, suasana rumah langsung terasa pengap.
Awalnya saya mengira ini cuma karena cuaca sedang tidak menentu. Kadang hujan deras, besoknya panas ekstrem. Tetapi lama-lama saya sadar ada perubahan lain yang sebenarnya terjadi pelan-pelan di sekitar rumah.
Pohon besar mulai hilang.
Lahan kosong berubah jadi bangunan.
Halaman rumah yang dulu masih banyak tanah sekarang hampir semuanya dipasang paving.
Dan anehnya, perubahan itu baru terasa dampaknya setelah beberapa tahun berlalu.

Pohon yang Hilang Ternyata Sangat Berpengaruh
Di depan gang rumah dulu ada pohon besar. Saya bahkan tidak terlalu tahu jenis pohonnya apa karena dari kecil memang sudah ada di sana.
Kalau siang, bayangannya menutupi sebagian jalan. Tukang sayur sering berhenti sebentar di bawah pohon itu karena tempatnya teduh. Anak-anak kecil juga sering main di dekat situ sore hari.
Sampai akhirnya pohon itu ditebang.
Alasannya karena akarnya mulai merusak saluran air dan daunnya dianggap terlalu banyak mengotori jalan.
Waktu ditebang, saya tidak terlalu memikirkan efeknya.
Namun beberapa minggu kemudian suasana depan rumah mulai terasa berbeda.
Jalan Depan Rumah Jadi Lebih Panas
Siang lebih menyengat.
Jalan depan terasa silau.
Dan rumah mulai lebih panas saat sore.
Dari situ saya baru sadar kalau satu pohon ternyata punya pengaruh sebesar itu terhadap lingkungan sekitar.
Kadang sesuatu baru terasa penting setelah hilang.

Rumah Modern Sekarang Memang Bagus, Tapi Terasa Lebih Gerah
Saya sering memperhatikan rumah-rumah baru sekarang tampilannya memang jauh lebih modern dibanding rumah lama.
Warnanya bersih.
Desain minimalis.
Halaman rapi.
Tetapi ada satu hal yang sering saya rasakan ketika masuk ke beberapa rumah modern: terasa panas.
Kadang bukan panas karena AC mati, tetapi jenis panas yang bikin ruangan terasa kering dan pengap.
Terlalu Banyak Beton dan Minim Pohon
Setelah diperhatikan, ternyata banyak rumah sekarang:
- minim pohon,
- ventilasi kecil,
- dan hampir semua area luar ditutup beton atau paving.
Memang terlihat rapi.
Tapi panas matahari jadi memantul ke mana-mana.
Bahkan malam hari hawa panasnya masih terasa.
Saya pernah datang ke rumah saudara siang hari. Rumahnya bagus sekali secara desain, tetapi terasnya panas karena tidak ada pohon sama sekali.
Sedangkan rumah orang tua saya yang lebih sederhana justru terasa lebih nyaman karena masih ada:
- tanaman,
- tanah terbuka,
- dan sirkulasi udara yang bagus.
Halaman Full Paving Memang Praktis, Tapi Ada Efeknya
Dulu saya juga sempat berpikir halaman full paving itu solusi paling praktis.
Tidak becek.
Tidak tumbuh rumput liar.
Dan terlihat lebih rapi.
Tetapi setelah beberapa tahun, saya mulai merasakan efeknya sendiri.
Air Hujan Jadi Sulit Meresap
Siang hari halaman terasa panas sekali.
Kalau hujan deras turun, air lebih lama surut dibanding dulu.
Karena hampir semua permukaan tertutup semen, air jadi sulit meresap ke tanah.
Akhirnya sekarang saya mulai menyisakan sedikit area tanah buat tanaman.
Tidak besar memang, tetapi setidaknya suasana rumah terasa tidak terlalu kering.
Saya Pernah Menganggap Sampah Plastik Itu Hal Kecil
Kalau dipikir sekarang, dulu saya termasuk orang yang cukup boros menghasilkan sampah plastik.
Pergi beli minum.
Buang botol.
Belanja sedikit.
Dapat kantong plastik lagi.
Pesan makanan online juga sama. Sampahnya banyak sekali:
- plastik pembungkus,
- sendok sekali pakai,
- wadah makanan,
- kantong luar,
- sampai plastik kecil sambal.
Karena semuanya dibuang sedikit demi sedikit, saya tidak pernah merasa jumlahnya banyak.
Tempat Sampah Rumah Pernah Penuh Plastik
Sampai suatu hari tukang sampah di rumah tidak datang hampir dua hari.
Waktu itu tempat sampah mulai penuh dan baru kelihatan ternyata sebagian besar isinya plastik.
Yang paling banyak justru bukan barang besar.
Tetapi sampah kecil yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan:
- bungkus kopi,
- botol minuman,
- plastik makanan,
- dan kantong belanja.
Sejak itu saya mulai sadar kalau kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari ternyata bisa menghasilkan sampah sebanyak itu.
Debu Sekarang Lebih Cepat Muncul
Ini salah satu perubahan yang paling terasa beberapa tahun terakhir.
Dulu meja depan rumah dibersihkan pagi, sore masih terlihat bersih.
Sekarang baru sehari saja debu sudah mulai kelihatan lagi.
Lingkungan Sekarang Lebih Kering
Mungkin karena:
- kendaraan lebih banyak,
- pembangunan makin padat,
- dan pohon semakin sedikit.
Kadang saya baru mengepel pagi, sore lantai sudah terasa kotor lagi terutama kalau cuaca sedang panas.
Masalahnya memang terlihat kecil, tetapi cukup mengganggu.
Terutama kalau rumah dekat jalan atau area yang ramai kendaraan.
Lingkungan Panas Ternyata Bikin Pengeluaran Ikut Naik
Hal yang baru saya sadari belakangan adalah hubungan lingkungan dengan biaya hidup sehari-hari.
Karena rumah lebih panas:
- kipas lebih sering menyala,
- AC dipakai lebih lama,
- dan penggunaan air meningkat.
Tagihan Listrik Perlahan Naik
Tagihan listrik perlahan ikut naik walaupun penggunaan alat elektronik lain sebenarnya tidak banyak berubah.
Artinya masalah lingkungan ternyata tidak cuma soal kenyamanan, tetapi juga pengeluaran rumah tangga.
Perubahan Kecil yang Mulai Saya Lakukan
Saya bukan tipe orang yang tiba-tiba langsung hidup super ramah lingkungan.
Sampai sekarang pun masih sering lupa.
Tetapi ada beberapa perubahan kecil yang ternyata cukup terasa dampaknya.
Membawa Botol Minum Sendiri
Awalnya cuma karena ingin lebih hemat.
Tetapi ternyata jumlah botol plastik di rumah jadi jauh berkurang.
Kadang masih beli minuman botolan juga kalau sedang di luar lama, tetapi sekarang tidak sesering dulu.
Menaruh Tanaman Kecil di Depan Rumah
Awalnya cuma satu pot kecil.
Sekarang bertambah beberapa lagi.
Yang paling terasa sebenarnya bukan suhu dingin seperti AC, tetapi suasana rumah jadi terasa lebih hidup.
Membuka Area Ventilasi yang Tertutup
Dulu ada lemari besar dekat jendela yang ternyata menghambat aliran udara.
Setelah dipindahkan, ruangan terasa lebih lega dan tidak terlalu pengap.
Hal kecil seperti ini ternyata cukup berpengaruh.
Tabel Perubahan Lingkungan yang Saya Rasakan
| Dulu | Sekarang |
|---|---|
| Banyak pohon besar | Pohon mulai berkurang |
| Udara malam terasa adem | Malam masih gerah |
| Halaman masih banyak tanah | Banyak area dipaving |
| Air hujan cepat meresap | Kadang muncul genangan |
| Debu tidak terlalu terasa | Debu cepat muncul |
| Kipas angin sudah cukup | AC lebih sering dipakai |
Saya Akhirnya Paham Kalau Lingkungan Itu Sangat Dekat
Dulu saya pikir pembahasan lingkungan terlalu jauh dari kehidupan sehari-hari.
Tentang hutan.
Tentang laut.
Tentang berita besar di televisi.
Ternyata dampaknya justru paling terasa di rumah sendiri.
Saat udara berubah.
Saat suhu makin panas.
Saat rumah mulai terasa tidak nyaman.
Baru terasa kalau semua hal kecil di sekitar ternyata saling berhubungan.
FAQ
Kenapa rumah sekarang terasa lebih panas dibanding dulu?
Biasanya karena area hijau berkurang dan terlalu banyak permukaan beton di sekitar rumah.
Apakah tanaman kecil benar-benar membantu?
Membantu, terutama membuat area rumah terasa lebih segar dan tidak terlalu kering.
Kenapa sekarang debu terasa lebih banyak?
Karena kendaraan meningkat, pembangunan bertambah, dan jumlah pohon semakin sedikit.
Apa langkah paling mudah untuk mulai peduli lingkungan?
Mulai saja dari rumah sendiri:
- mengurangi plastik,
- menanam tanaman,
- dan menjaga area rumah tetap bersih.
Penutup
Saya tidak tahu apakah lingkungan sekarang bisa kembali seperti dulu atau tidak.
Tetapi sekarang saya mulai sadar kalau perubahan kecil yang terjadi bertahun-tahun ternyata punya dampak besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Rumah yang dulu terasa adem sekarang jadi lebih panas.
Udara yang dulu terasa segar sekarang lebih kering.
Dan semua itu ternyata bukan terjadi begitu saja.
Mungkin kita memang tidak bisa mengubah semuanya sendirian.
Tetapi setidaknya kita masih bisa mulai dari rumah sendiri dulu.

